Home
Archive for
Desember 2014
Danau Gunung Tujuh merupakan Danau yang terletak di Kabupaten Kerinci, Jambi. tepatnya di Desa Pelompek, Kecamatan Ayu Aro. Danau ini berada di kawasan Gunung Tujuh, sebuah gunung yang berada tepat di belakang Gunung Kerinci.
Di Danau Gunung Tujuh ini, terdapat sebuah mitos. Menurut masyarakat setempat, danau ini adalah danau keramat. Karena dihuni dan dijaga oleh mahkluk gaib yang berbentuk seperti manusia yang bernama Saleh Sri Menanti dan Lbei Sakti. Selain itu, ada juga para pengawal daripada mahkluk gaib tersebut yang berbentuk harimau.
#Jejakku
#jejakku #indonesia #jambi #danaugunungujuh #gunungkerinci #indonesiaonly #wonderfulindonesia #travelindonesia
Salah satu pesona Ciwidey adalah Kawah Putih atau Situ Patengan. Tak banyak orang tahu memang, Ciwidey juga punya Rancaupas.
Rancaupas ini adalah bumi perkemahan, tak jauh beda dengan bumi perkemahan kebanyakan. Tapi menikmati pagi disana, tentunya berbeda dengan menikmati pagi di bumi perkemahan lain.
#telusuRI
Foto: Wiranurmansyah, http://wiranurmansyah.com
Amboy indahnya! Begitulah dalam yang terlintas dalam benak ketika berada di sebuah benteng yang terletak di atas bukit Kelurahan Toloko.Letaknya yang diatas ketinggian memudahkan siapapun yang berada diatas benteng untuk memantau aktifitas musuh. Dari atas benteng ini sendiri mata kita dimanjakan oleh panorama laut yang indah dan keindahan gunung Gamalama yang sudah tidak terbantahkan lagi.Ketika memasuki lokasi benteng hanya terlihat seperti sebuah taman kecil, namun ketika sudah melewati lorong-lorong di dalam benteng, ternyata banyak sekali lorong-lorong yang mengarah ke ruangan bawah tanah serta anak tangga yang tidak dibatasi oleh pembatas.Kesan angker segera bisa dirasakan begitu berada di dalamnya. Sejatinya benteng yang di bangun oleh Governor Jendral Francisco Serrao dari Portugis pada tahun 1512, namun keberadaannya kini layak untuk dijadikan sebuah destinasi wisata jika kita berkunjung ke Kota Ternate.
#telusuRI
Teks dan foto: +Tekno Bolang, lostpacker.com
Banteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Kesultanan Gowa kala itu dipimpin oleh Sultan Hasanuddin. Penyerangan kala itu Belanda mencoba merebut jalur perdagangan rempah-rempah dan memperluas sayap kekuasaan mereka untuk mempermudah mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku yang memang menjadi sentra rempah. Penyerangan yang berlangsung lama itu mengakibatkan sebagian Benteng hancur, dan akibat kekalahan itu juga Raja Gowa dipaksa menandatangani Perjanjian Bongaya pada tangga 18 November 1667.
#telusuRI
Teks dan foto: Tekno Bolang, http://lostpacker.com